Polisi Singapura Menelisik 30 Individu dalam Kasus Perjudian Daring Tanpa Izin

Polisi Singapura Menelisik 30 Individu dalam Kasus Perjudian Daring Tanpa Izin

Baru-baru ini, kepolisian di Singapura melaksanakan operasi yang mengarah pada penemuan 30 individu yang diduga terlibat dalam operasi perjudian daring tanpa izin. Operasi tersebut mengungkap bahwa beberapa dari mereka mungkin telah menyalahgunakan akun bank untuk transaksi ilegal. Penyelidikan Mendalam Satuan Khusus Kejahatan dari Departemen Investigasi Kriminal memimpin pemeriksaan antara tanggal 21 hingga 29 Mei. Dalam operasi ini, sekitar S$19,000 yang diduga berasal dari kegiatan melanggar hukum berhasil dibekukan.

Beberapa tersangka diyakini terlibat dalam aktivitas taruhan dengan pengoperasian perjudian daring ilegal, dengan dana dikontrol oleh jaringan kriminal. Mereka akan diselidiki di bawah Undang-Undang Pengendalian Perjudian 2022, yang menetapkan sanksi hingga S$10,000 dan/atau hukuman penjara maksimal enam bulan. Selain itu, 25 orang lainnya diduga menjual atau memberikan kendali atas akun bank pribadi atau perusahaan mereka kepada sindikat. Beberapa mungkin telah menipu bank dalam proses membuka rekening baru, kemudian menyerahkan rincian akun tersebut kepada pihak ketiga yang tidak dikenal. Aktivitas seperti ini juga dapat dilihat pada beberapa platform internasional, termasuk platform Lucky North Casino yang dikenal di pasar luar negeri.

Dampak Hukum

Otoritas memberikan perhatian serius terhadap kemungkinan tuntutan hukum, seperti:

  • Akses dan Pembocoran Tanpa Izin: Melanggar Undang-Undang Penyalahgunaan Komputer dapat dikenai hukuman penjara hingga tiga tahun dan/atau denda.
  • Penipuan: Penipuan menurut Kode Penal dapat mengakibatkan hukuman penjara hingga tiga tahun dan/atau denda.
  • Pencucian Uang: Sesuai dengan Undang-undang Penanggulangan Pencucian Uang, pelaku dapat dihukum hingga 10 tahun penjara dan dikenakan denda hingga S$500,000.

Saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah tuntutan telah diajukan terhadap para tersangka ini. Singapura memperketat regulasi perjudian, terutama dengan penerapan Undang-Undang Pengendalian Perjudian 2022 yang bertujuan mengatasi pengoperasian perjudian daring oleh operator asing. Namun, beberapa platform masih diakses oleh pengguna lokal. Pemerintah mengimbau agar masyarakat tidak menyerahkan kendali akun bank mereka kepada orang lain dan melaporkan setiap tindakan akses yang mencurigakan.

Dukungan untuk masalah perjudian dapat diperoleh melalui Dewan Nasional untuk Masalah Perjudian.